“Membagi Pengalaman” Desa 2.0 Dengan Universitas Kyoto & Universitas Riau

Kabar Desa : “Kesempatan itu datang kembali”, begitu-lah ungkapan Kepala Desa Harapan Jaya Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir, Rasidi S.Pi. Setelah sebelumnya sukses dalam kegiatan membagi pengalaman di Kampus Universitas Abdurrab Pekanbaru dalam acara Kades 2.0 Goes to Campus pada April 2015 yang lalu, kini kesempatan Membagi Pengalaman dengan Dunia Kampus-pun dilaksanakan kembali.

IMG_4407Kegiatan membagi pengalaman ini diberikan kepada Universitas Riau dan Universitas Kyoto yang ditaja oleh Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Acara dilaksankan pada Rabu, 16 Maret 2016 di Gedung LPPM Lantai II di Pekanbaru. Pada kesempatan ini turut hadir juga teman-teman desa yang juga diminta untuk membagi pengalaman diantaranya adalah Kepala Desa Merbau Kec. Bunut Kab. Pelalawan, Edi Maskur – Tokoh Masyarakat Desa Sungai Tohor Kab. kepulauan Meranti, Cik Manan / Efendi – Ketua Asosiasi Amanah, Sunarno dari Kab. Pelalawan – Tokoh Masyarakat Desa Dosan Kab. Siak, Dahlan – Tokoh Masyarakat Desa Tanjung Leban Kab. Bengkalis, Atim serta Kepala Desa Harapan Jaya, Rasidi S.Pi.

IMG_4394Kesemua teman-teman desa tersebut diminta untuk membagi pengalaman berharga dalam upaya mewujudkan Pengelolaan Desa yang Berkelanjutan terutama dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut yang berbasiskan masyarakat. Adapun tujuan utama LPPM Universtas Riau ini yaitu mencoba menghimpun pengalaman berharga dari masing-masing desa sebagai bahan referensi dalam mengembangkan pola dan konsep Desa yang Berkelanjutan di Desa Merbau Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan yang menjadi program kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya yaitu Universitas Kyoto.

Selain itu tampak hadir juga dalam acara Workshop Pengelolaan Desa yang Berkelanjutan di Kabupate Pelalawan – Riau – Indoenesia, “Belajar Dari Pengalaman” diantaranya perwakilan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang diwakili oleh Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kab. Pelalawan, Badan Restoras Gambut, Institute for Research and Empowerment (IRE) Jogja, serta perwakilan dari LPPM Unri yang turut hadir Prof. Dr. Ashaluddin Jalil M.S beserta dosen-dosen lainnya dan Perwakilan Universitas Kyoto diantaranya (Prof. Okamoto, Kazao Wanatabe dan yang lainnya). Hadir juga perwakilan dari Yayasan Mitra Insani dan Yayasan Hakiki dalam kesempatan tersebut.

IMG_4462Kepala Desa Harapan Jaya dalam kesmepatan ini diminta untuk menyampaikan dan membagi pengelaman tentang konsep Menciptakan Pemetaan Desa Bersama. Pada materi tersebut, Kades Harapan Jaya juga turut menayangkan sebuah video dokumenter tentang proses dan hasil kerja warga dan pemerintah desa dalam mencoba Berdaya Pulih dari keterpurukan selama ini.

Sebuah momen berharga dapat membagi pengalaman dengan banyak pihak terutama dengan pihak kampus/akademis. Dimana setiap perwakilan desa yang hadir akan membagi pengalaman berharga-nya masing-masing yang diharaokan dapat dijadikan bahan ataupun panduan buat teman-teman LPPM Universitas Riau dan Universitas Kyoto kedepan.

Dalam kesempatan yang diberikan kepada Kepala Desa Harapan Jaya beliau mengatakan, hal ini menjadi momentum perubahan yang lebih baik ketika teman-teman Kampus juga mencoba menggali keilmuan teman-teman desa melalui kearifan lokal desa di daerah masing-masing untuk dijadikan pedoman sekaligus pembanding dengan konsep yang akan dikembangkan oleh pihak Unri dan Kyoto Universitas.

IMG_4430“Semoga konsep kesetaraan ini antara desa dan dunia kampus bisa tetap bersinergis, karena desa dengan kearifan lokal-nya juga bisa menjadi bahan panduan buat teman-teman dunia kampus dalam mengembangkan pola dan konsep pengelolaan desa yang berkelanjutan, apalagi belajarnya dengan orang desa”, ujar Rasidi didalam penutupan-nya.(Rsd)

Facebook Comments

8 thoughts on ““Membagi Pengalaman” Desa 2.0 Dengan Universitas Kyoto & Universitas Riau

  1. Langkah teman-teman desa di Riau terbilang dahsyat! Mereka mampu menembus keterbatasan infrastruktur dan keterpinggiran dengan semangat belajar yang tinggi. Program seperti ini akan membangun kemitraan antara kampus dan kampung secara lebih kuat. Angkat 4 jempol!

  2. Ini langkah luar biasa, hasil sebuah proses dan tetap berproses membangun peningkatan kapasitas desa bagi pemdes, kelembagaan desa, lembaga kemasyatakatan desa dan para stake holder di desa.

    Salah satu bentuk penguatan yg sedang dijalankan adalah harapanjaya telah membangun kapasitasi networking untuk membangun kolaborasi kerja kolektif di desa

    Setidaknya ada 5 hal penting yang perlu kita tingkatkan dlm pengembangan kapasitas di desa secara kolektif yaitu :
    1. Kapasitas ekstraktif, kemampuan menggali, mengumpulkan potensi, masalah utk mendukung kesejahteraan desa
    2. Kapasita Distributif, kemampuan dalam membangun keadilan pembangunan di desa baik infrastruktur, dll
    3. Kapsitas Responsif, kemampuan aparatur desa, lembaga desa, lembaga kemasyrakatan desa utk merespon dan cepat tanggap tehadap kebutuhan, permasalahan, adpirasi, pendapat dll
    4. Kapasitasi regulatif, kemampuan bagaimana desa bisa menata kelola dan menata usahakan pembangunan di desa melalui regulasi utk menjaga kepentingan aset, nilai manfaat kesejahteraan, keberlanjutan pembangunan, dll
    5. Kapasitas Networking yang sedang dan terus di bangun oleh desa harapan jaya dengan pihak perguruan tinggi, perusahaan CSR, NGO dll

    Semoga harapanjaya menjadi kenyattaan untuk desa harapan jaya. Sukses dan Lanjutkan

Tinggalkan Balasan